Blogs :)
Calendar
May 2007
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
My Twitter
?
Events

Archive for May 10th, 2007

"Aku Mau Adil Terlihat.."

PemandaNgan di KamPus saYa haRi iNi

Mei 1998 – Mei 2007

Peristiwa sudah usang
Tonggak sangat dalam di Bantar Gerbang
Tapi dikais lagi dari langit biru
Sampai langit merah bara arang

Lelah sempat menghadang
Peluh pernah bercucuran
Tapi aku teringat tanggal
Sampai – sampai kalender pun hapal

Hai teman…!
Kalian pikir ini perayaan ?
Seperti lebaran ?
Atau natal ?
Kalian salah !
Kalian lupa…
Karena memang kita tidak ada bersama mereka

Agar tak lupa
Kita salah satu bagiannya
Biar kecil dibanding jagat
Aku mau adil terlihat..


Begitulah bunyi sebuah puisi yg terpampang hampir di tiap sudut kampus Reformasi hari ini.. Entah siapa yg membuatnya,, puisi ini sarat makna untuk sekedar mengingatkan para civitas kampus tentang tragedi apa yg pernah menimpa senior2 kami beberapa tahun lalu.. Hari ini kampus agak sepi terasa.. entah kenapa.. beberapa aktivis kampus sempat melakukan orasi di sekitar Plaza (spot utama kampus kami), sekitar bang BNI, sekitar gedung Sipil dan Arsitektur, beberapa juga memberikan setangkai bunga anggrek ke pengemudi yg kendaraannya lalu lalang di depan kampus kami. Beberapa spanduk, poster, bahkan panggung dan alat2 atraksi memorial untuk mengingat Tragedi 12 Mei pun sudah disiapkan..
biasanya ada baju tertentu yg dikenakan masyarakat kampus menjelang dan saat 12 Mei. Saya agak lupa, kalo gak salah H-1 kami menggunakan baju putih2 dan pada hari H baju hitam.. Sedangkan yg mau berorasi diwajibkan membawa jaket almamater.. Dulu, saya sempat takut masuk kuliah tiap tanggal 12 Mei. Selalu ada gosip2 senior2 akan ‘menahan’ kami untuk melakukan orasi ke kantor DPR, HI, dan tempat2 lainnya. orang tua saya jelas2 melarang saya mengikuti kegiatan2 ini.. takut saya kenapa2, biasalah orang tua..

Saya jadi ingat, dulu.. sewaktu saya akan masuk ke perguruan tinggi, saya sempat ga mau masuk kampus ini.. alesannya karena waktu itu banyak yg bilang, “ngapain masuk kampus itu? mahasiswa/i-nya demo mulu.. bukanya belajar..”. entah kenapa akhirnya saya jd mahasiswi universitas ini juga. saya pikir menjadi mahasiswa itu harus bisa berpendirian dan menentukan sikap.. toh ga ada yg berhak maksa2 saya untuk ikutin ini itu.. dan jadilah saya mahasiswi di sana. saat breafing OSPEK, kami dibawa senior mengitari beberapa sudut kampus.. kami juga dibawa ke museum 12 Mei.. di sana saya dan teman2 bisa melihat barang2 peninggalan senior2 kami yg menjadi korban 12 Mei dan beberapa foto saat kejadian naas itu.. saya juga di bawa ke perpustakaan utama, ternyata bagian kacanya ada yg bolong seperti bekas tembusan peluru.. seorang teman bertanya saat itu, “kak, kenapa kaca itu gak dibenerin aja..?”. dan si kakak senior bilang, “biar kita semua ‘sadar’.. kasus ini masih belum terbenahi.. seperti halnya tembusan peluru itu yg seolah2 masih menunggu waktu untuk dibenahi..”. saya juga melirik tulisan di bawah kaca itu, saya agak lupa kalimat persisnya.. tp kurang lebih begini bunyinya: “Ini Adalah Salah Satu Bukti Kekejaman Aparat terhadap Reformasi” duh, lupa.. beneran deh.. kalo ada yg tau, tolong direfisi ya.. hehe.. Selain itu, ada juga sebuah monumen didirikan di parkiran Jungle.. di monumen itu ada batu gede2 yg beberapa sisinya seperti hancur, entah kena peluru, entah kena apa.. selain itu di sisi temboknya banyak puisi2 untuk mengenang para korban.. kalau dibaca2.. miris rasanya.. dan saat OSPEKnya sendiri, diputar sebuah film dokumenter tentang tragedi ini.. saya sempat mendengar senior2 berteriak, “Aparat kepar*t!”, sebegitu emosinya mereka..

Hah.. padahal sudah tiap tahun keadilan selalu disorak2an.. tp masih sulit saja mencari kebenaran dan titik terang kasus ini.. saya berduka untuk keluarga korban yg tiap tahun selalu hadir di kampus kami untuk upacara dan menjadi nara sumber di seminar2 memperingati tragedi ini.. hati mereka seperti kebal untuk menatap kembali kepedihan atas hilangnya anggota keluarga yg mereka cintai.. nama2 seperti Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie.. kampus berduka tiap tahun untuk kalian.. dan untuk ketidakadilan yg masih belum kalian dapatkan..

Wassallam..