Running Story: Penang Bridge International Marathon 2014

Ini dia event besar yang udah lama aku tunggu-tunggu. Demi event ini, aku rela latihan 2 bulan sebelumnya dan ngikutin 8 weeks personal training program. Hehe.. niat bener yah? Soalnya udah pergi “jauh-jauh”, pengennya bener-bener total larinya pas hari H :)) Nah, selama 2 bulan ini aku countdown terus waktunya selama latihan, jadi selalu ngeh udah berapa lama lagi waktunya sampe ke hari H. Saat hari keberangkatan tiba, Alif aku titip keluarga di rumah karena dia masih masuk sekolah. Lagipula ini bukan fun run, rasanya gak mungkin bawa Alif ikut lari bersamaku :( Jadi pagi-pagi buta aku cuma sempet “pamit” sama Alif sambil nyiumin dia yang masih bobok pagi itu. Lalu aku bareng suami, adik dan 2 orang teman berangkat dari Duri ke bandara SSQ Pekanbaru. Di bandara aku bertemu dengan teman-teman LibuRUN serta beberapa orang teman yang “melepas” kami. Kurang lebih ada hampir 20 orang anggota LibuRUN – IndoRunners Pekanbaru yang saat itu berangkat bersama-sama. Sementara beberapa orang lainnya menyusul H-1 nya.

1434098884796

“Dilepas” oleh teman-teman LibuRUN :)

Mendarat di bandara Subang, Sultan Abdul Aziz Shah Airport

Penerbangan dari Pekanbaru menuju tempat transit, Sultan Abdul Aziz Shah Airport – Subang, menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam. Lalu kami menghabiskan waktu hampir 2 jam di sana. Waktu tersebut kami sempatkan untuk makan siang, mencari kartu untuk internetan dan tlp ke Indonesia & cuci mata. Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Penang Airport yang juga menempuh waktu perjalanan selama 1 jam. Sampai di Penang kami langsung menunggu bus rapid Penang. Bus rapid Penang ini bersih dan teratur, jadi cukup nyaman digunakan oleh “turis” seperti kami :D Dari bandara ke penginapan juga memakan waktu yang cukup lama, karena penginapan kami berada hampir di ujung rute bus. Setibanya di pemberhentian bus, kami jalan kaki ke penginapan lalu segera check in. Setelah itu teman-teman keluar untuk mencari makan malam. Aku gak ikutan soalnya pengen nelpon Alif sampai puas malam itu. Akhirnya makan malam aku titip sama suami. Setelah makan aku langsung tidur, tepar.. :)

Nyobain bus rapid Penang :))

Besok paginya kami berphoto sebentar di area street art di dekat penginapan kami. Pas lagi photo-photo kami ketemu dengan 2 orang pelari asal Malaysia yang katanya juga akan mengikuti event PBIM. Katanya mereka akan ikut kategori Half Marathon (21K), dan ini akan menjadi pengalaman HM pertama mereka. Setelah berbincang serta berphoto bersama mereka, kamipun berjalan menuju penginapan teman-teman “kelas berat” (sebutan untuk yang ngambil HM dan Full Marathon *FM 42K*.. hehehe.. :D ). Kebetulan tepat di depan penginapan mereka ada tempat sarapan yang menjual makanan otentik khas penduduk lokal. Mayoritas warga di wilayah tempat penginapan kami adalah warga keturunan India. Di sana kami sempat mencoba roti canai dengan kuah karinya yang kental, selain itu kami juga mencoba teh tarik dan roti bakar mentega yang di atasnya diletakkan 2 butir telur setengah matang.. Yummyyy ;))

Berphoto bersama pelari asal Malaysia

Sarapan duluuu… :D

Setelah sarapan, kami semua segera menuju ke lokasi pengambilan racepack. Proses pengambilan racepack relatif lancar sehingga kami tidak perlu antri lama saat itu. Setelah itu kami berphoto bersama di salah satu photo booth di area tersebut. Sayangnya kami gak sempat banyak berkeliling dan cuci mata di area bazar yang ada di sana. Karena kami udah terburu-buru mengejar waktu carbo loading, acara makan siang bersama puluhan pelari asal Indonesia lainnya yang diadakan oleh KJRI Penang. Untungnya kami bertemu dengan ibu-ibu asal Indonesia yang mau berobat di sana, beliau dengan baiknya mau menemani kami ke KJRI :) Sampai di KJRI beberapa pelari udah selesai makan karena kami datang telat saat itu. Tapi kami masih disambut dengan baik oleh orang-orang dari KJRI, dan untungnya… makanan untuk kami masih tersedia.. *sungguh lapar sangat laahhh..*. Hahaha.. :))

Racepack PBIM sudah di tangan ;)

“L” for LibuRUN..! :D

Jamuan makan siang bersama KJRI

Setelah makan kami melanjutkan perjalanan balik ke penginapan. Karena besoknya race, kami gak mengagendakan banyak acara saat itu, lebih banyak menghabiskan waktu untuk beristirahat aja. Tapi sebelum ke penginapan kami sempatkan untuk wiskul sebentar mencicipi es cendol yang sangat terkenal dan laris di sana, nama tempatnya Penang Road Famous Teochew Chendul – Ice Kacang. Antriannya panjang, gang di tempat jualan cendol itu mungkin cuma ramai sama pembeli es cendol dan es kacang ini nih.. ;))

Nyobain es cendol yang fenomenal di Penang :D

Ice kacangnya paling enak ;))

Sesampainya di penginapan, aku langsung istirahat. Pas mau tuker pakaian aku baru sadar kalau lutut kiriku bengkak dan memar. Aku baru ingat di area pengambilan racepack tadi aku sempat kebentur pembatas jalan, tapi waktu itu aku belum ngerasain sakit di lulutku. Makin lama lututku terasa semakin sakit. Bahkan dibawa berjalan aja nyerinya luar biasa, turun tangga juga gak bisa! :( Mau nangis rasanya.. trus akhirnya sempet pesimis. Bisa-bisa besoknya batal ikutan lari nih :(( Tapi berkat support dan saran dari teman-temanku, akhirnya aku coba tetap optimis sambil mengistirahatkan kaki dan mengompresnya selama semalaman.

Bersama 2 orang dari kategori “kelas berat” yang udah start dan finish duluan.. dan dapet medal duluan :))

Besoknya sebelum subuh aku siap-siap. Udah lebih optimis nih karena lututku udah agak enakan meskipun masih nyeri rasanya. Setelah subuhan, kami bergegas berangkat ke venue race dengan menggunakan free shuttle bus yang disediakan oleh panitia. Busnya parkir gak jauh dari penginapan kami. Rombongan “kelas berat” saat itu malah udah berangkat duluan dini harinya karena mereka race lebih awal. Sesampainya di venue, kami sempat bertemu dengan 2 orang teman-teman “kelas berat” yang udah finish duluan. Melihat medal-medal yang melingkar di leher mereka rasanya… huwaaahh.. bikin mupeng..! :D Semangat makin membara jadinya! :)) Sambil menunggu giliran start, kami juga sempet menyaksikan puluhan ribu pelari lainnya start terlebih dahulu. Waahh.. rameee, namun semuanya rapih teratur. Memang yah.. atmosphere, ambience, dan euforia berlari di luar negri itu rasanya beda sekali.. :)

Di belakang kami ada puluhan ribu orang yang sedang menunggu start ;))

Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu tiba. Aku bersama 4 orang temanku di kategori yang sama bersiap-siap untuk start. Di awal-awal kami sempat berlari bersama-sama, namun mendekati kilometer pertama kami udah berpencar-pencar. Saat itu aku fokus berlari di sebelah kiri jalan karena cukup sadar lariku bakal semakin lambat dengan kaki yang masih nyeri seperti ini :( Untungnya pemandangan race waktu itu sangat indah, bikin aku jadi sedikit tenang.. berlari di atas jembatan Penang 2nd Bridge dengan pemandangan hamparan laut di kiri kanan dan sempat melihat cantiknya sun rise saat itu :) Saat itu aku juga gak mau memaksakan diri. Kalau bisa lolos cut off time alhamdullillah banget, kalo gak sanggup yah fun run aja ;) Mungkin karena berlari dengan lebih rileks dan tanpa beban ini aku jadi finish dengan baik, meskipun terseok-seok dan merasa ini bukan lari terbaikku :) Tapi alhamdullillah, ternyata aku masih lolos cut off time saat tiba di garis finish dan berhasil mendapatkan 1 buah medali. Rasanya terharu sekali saat dikasih medali itu, mau nangis.. hehe, soalnya agak gak nyangka mengingat kaki masih cidera :D

Para Srikandi LibuRUN @ PBIM 2014

The medal :)

Setelah menerima medal aku langsung nyariin teman-teman rombonganku, daaann.. ketemu! Gak lama teman-teman satu kategoriku sudah finish semua, kamipun berphoto bersama. Karena masih haus aku pamit sebentar mengantri air minum. Namun setelah balik ke rombangan teman-temanku udah gak ada. Huwah, aku sempet panik :(( Saat itu aku gak bisa menghubungi siapa-siapa. Sinyal hp error. Akhirnya aku mendekat ke rombongan orang-orang yang baru aja finish dan pikirku aku lebih baik nyamperin siapa aja yang aku kenal saat itu. Gak lama aku nemuin suamiku yang baru finish (para pelari pria start belakangan). Lalu kami mencari rombongan, kami memutar area tenda pelari Indonesia yang disebut teman-temanku sebelumnya. Dengan kaki yang masih cidera dan kondisi yang udah sangat lelah, aku dan suami memutuskan untuk balik. Setelah mengantri dengan cukup lama, akhirnya kami menuju bus transit di area Queens Bay Mall. Di sana aku masih sempat membeli air minum dingin untuk mengompres kakiku yang masih nyeri. Lama sekali bus berikutnya muncul. Tapi untungnya di area Queensbay Mall sinyal hp udah normal. Suami sempat menghungi teman-teman kami, ternyata mereka juga baru aja meninggalkan lokasi dengan bus berikutnya. Karena udah lama menunggu, aku dan suami hampir aja menyewa taksi.. tapi urung karena harganya sangat mahal. Alhamdullillah setelah itu muncul bus yang akan membawa kami balik ke penginapan. Saat turun di bus stop gak sengaja aku ketemu sama rombonganku tadi, kami lalu berjalan bersama ke penginapan. Setelah mandi dan beristirahat sebentar, kami makan siang, daaan… tepar. Langsung tidur sampe sorenya. Hehehe.. :D

Wiskul @ Penang :D

Sore harinya kami wisata kuliner dan mencari oleh-oleh untuk keluarga dan teman-teman di Indonesia. Lalu dilanjutkan dengan makan malam. Setelah makan malam kami berjalan-jalan ke area Batu Ferringhi karena di sana ada night market yang banyak menjual barang-barang untuk oleh-oleh. Setelah berbelanja di night market kami balik dengan bus terakhir. Saat itu bus udah sepi, isi bus itu hanya kami-kami aja loh.. :))

Night market Batu Feringhi

Besoknya setelah subuh kami berangkat ke bandara menggunakan taksi. Di bandara aku bersama 4 orang rombonganku dari Duri pamit karena kami menggunakan pesawat dengan jadwal yang lebih awal. Sampai di Pekanbaru masih pagi sekitar jam 10. Suamiku ngajakin kami nonton di bioskop dulu sebelum balik ke Duri. Maklum, di Duri gak ada bioskop sih. Hihiii.. ;)) Kelar nonton kami makan siang di Rumbai lalu melanjutkan perjalanan menuju Duri. Sampai di Duri aku langsung nyariin, meluk dan nyiumin Alif.. ;)) Soalnya udah kangen luar biasa sama anakku ini :D Meskipun tiap hari selama di Penang aku selalu nelponin dia, tapi rasanya kangeeenn banget pengen melukin.. :)

 

Rombongan Duri pamit duluan :)

Pengalaman berlari kali ini seru, dan sangat berkesan. Meskipun masih ada sedikit hal yang  masih perlu diperbaiki dari event ini namun semuanya terobati ketika melihat medalku.. plus memori kenangannya.. pengalaman yang menurutku priceless :) Apalagi bisa berangkat dan berlari bersama teman-teman LibuRUN yang seru-seru :) Mudah-mudahan ada race-race berikutnya yang bisa kami ikuti lagi rame-rame.. Semangat! :D

Sumber photo-photo: header: FB page PBIM. Dokumentasi pribadi dan dokumentasi teman-teman LibuRUN ;)

Leave a Reply