Running Story: Al Azhar Charity Run 2015

Weekend lalu, aku dan suami berangkat ke Pekanbaru untuk mengikuti running event dengan konsep charity run yang diselenggarakan dalam rangka milad sekolah Al Azhar Pekanbaru yang ke-13. Hari Jumatnya kebetulan suamiku bisa minta libur, akhirnya kami berangkat dari Jumat pagi. Pagi itu aku sempet mampir dulu ngedaftarin Alif masuk TK, terus lanjut mampir ke bank. Setelah semua urusan di Duri kelar kami lanjut berangkat ke Pekanbaru. Suamiku sempet Jum’atan dulu di Minas dan habis dari sana kami melanjutkan perjalanan dan makan siang di Rumbai. Di Rumbai aku dan suami kebetulan ada janji dengan temen masing-masing, akhirnya kami makan siangnya misah ;))

Nyulik Ibu ini dari kantornya buat makan siang bareng ;))

Sorenya langsung ngambil racepack. Habis dari sana ternyata udah hampir jam makan malam aja.. kami pun makan malam dulu di restoran seafood yang letaknya gak jauh dari hotel. Habis dari sana langsung check in, shalat dan istirahat sebentar di hotel. Malam itu ada FNR (Friday Night Run) bareng temen-temen LibuRUN (Indorunners Pekanbaru) sekalian ada brief untuk acara besoknya. Aku pun berangkat ke sana, tapi gak ikutan lari karena udah capek banget plus mau nyimpen tenaga buat acara besok. Tapi seneng juga malam itu FNR pertamaku, aku sempet memperkenalkan diri dengan teman-teman di sana sekalian ngobrol-ngobrol dengan mereka. Seru! Soalnya jarang ketemu, jadi ada aja bahan obrolan yang asik diceritain. Hehehe.. :))

Yang dateng FNR malam itu.. ruameee… ;)

Rumpi-ers yang dateng cuma untuk brief dan temu kangen :))

Besok paginya di venue acara, semua peserta diminta registrasi ulang lalu dikasih bibs number dan stiker di meja registrasi. Dilanjutkan dengan pemanasan (dan tentunya juga photo-photo) bersama. Dimulai dengan start para peserta untuk kategori 5K yaitu anak-anak sekolah Al Azhar bersama beberapa guru dan wali. Lalu dilanjutkan dengan start untuk peserta kategori 10K. Ada insiden di 200 meter pertamaku. Waktu itu aplikasi nike plus yang biasa aku pakai lari baru aja update, akhirnya ada sedikit masalah sewaktu startnya. Karena fokus ngeliat-liatin hp yang aku letakkan di armband tanpa berhenti berlari, aku sampai gak liat kalau di depanku ada lubang. Akhirnya kakiku masuk lubang dan engkelku sakit karena terkilir. Tapi karena waktu itu aku pikir hanya terkilir biasa, aku lanjutkan untuk berlari.

Pemanasan duluu.. :)

With Srikandi LibuRUN before start dan after finish ;)

My best running photo :))

Akhirnya di KM 5.5 aku terkilir lagi saat pijakan kakiku mulai lemah dan tidak stabil dan akhirnya menapak di tempat yang salah. Saat itu nyeri sekali engkelku rasanya dan akhirnya aku terjatuh. Di situ aku merasa kakiku sudah tidak bisa diajak berlari lagi. Team marshal sempat beberapa kali menawarkan untuk mengevakuasi kalau aku memang sudah tidak sanggup. Tapi entah kenapa waktu itu aku menolak dan memutuskan untuk melanjutkannya dengan berjalan saja. Sisa 4.5K itu pun aku habiskan dengan berjalan kaki bersama suamiku yang khawatir dengan kakiku dan akhirnya ikut menemani aku berjalan hingga garis finish. Saat berjalan kaki engkelku terasa berdenyut dan kebas, suami minta aku untuk stop dan marshal juga menawarkan evakuasi lagi. Tapi lagi-lagi aku menolaknya. Satu persatu para pelari menyusul kami, aku sudah pasrah kalo pun finish di belakang. Akhirnya beberapa meter mendekati garis finish aku lanjutkan dengan sedikit berlari.

With my lovely running mate :”>

Bazar dan acara musik setelah race :D

Setelah finish dan dikalungi medal, aku sempat selonjoran sebentar mengistirahatkan kaki. Saat itu kakiku sudah mulai rileks meskipun masih terasa nyeri. Tapi entah kenapa nyeri itu aku abaikan dan aku masih sempat berusaha berjalan dan berdiri senormal mungkin. Karena sudah sangat lelah, setelah itu aku langsung balik ke hotel. Pas di hotel aku kaget banget.. ternyata efeknya cukup fatal, kakiku bengkak, membiru, dan susah diajak menapak di lantai. Alhasil aku susah berjalan. Membuka celana aja sakitnya minta ampun. Akhirnya suami mengompres kakiku dengan es batu lalu membalutnya dengan elastic bandage. Suami memintaku untuk meninggikan posisi kakiku selama aku beristirahat. Karena sudah kesakitan akhirnya siang itu juga kami memutuskan untuk langsung balik ke Duri.

Yay… my 1st medal di tahun 2015! :p

The finisher medal :)

alazhar2 edit

Berfoto bersama para peserta dan panitia :D

Aku agak menyesali keputusanku yang memaksakan diri untuk tetap finish dan tidak mengutamakan keselamatan. Saat ini aku harus stop berlari dulu, setidaknya sampai kakiku sembuh. Sedih, karena sepertinya aku harus recovery cukup lama. Tapi bagaimanapun ini jadi pelajaran yang berharga buatku. Untuk eventnya sendiri menurutku sudah cukup baik penyelenggaraannya. Tidak ada masalah yang berarti dan semuanya cukup rapih. Medal, bibs number dan jerseynya juga sudah sangat bagus untuk event yang hanya mematok harga Rp.50.000 saja untuk pendaftarannya. Semoga kedepan akan banyak lagi event-event dengan penyelenggaraan yang baik seperti ini ;)

2 Comment

  1. Goiq says: Reply

    Semoga segera pulih dan bisa segera lari lagi yah Niek. #MariLari

Leave a Reply to nieke Cancel reply