Family Trip @ Malacca 2015 + Itinerary [3D2N]

Ini perjalanan liburan yang baru direncanakan 4 hari sebelumnya. Cukup nekat sebenernya. Tapi eits, jangan salah.. meskipun rencananya dadakan tapi aku dan suami perlu mempersiapkan perjalanan ini dengan matang, soalnya kami membawa anak kecil dan jalan-jalan di negeri orang pula :) Alhamdullillah masih sempet dapet tiket kapal ferry dan hotel yang murah meriah.. dengan (ijin Allah dan) berbekal aneka informasi yang sudah kami hunting sebelumnya, perjalanan kali ini lancar dan menyenangkan ;)

header

Day #1

Dari Duri aku dan keluargaku berangkat naik mobil dianterin sama papa dan mamaku ke pelabuhan Dumai, kurang lebih perjalanan memakan waktu selama 1,5 jam. Kalau bawa mobil sendiri aku kurang paham parkir inepnya di mana. Tapi waktu memesan tiket ferry ke indomal, kami sempet ditawarkan untuk memarkirkan mobil di salah satu hotel yang letaknya dekat dengan indomal. Sampai di pelabuhan Dumai kami langsung duduk menunggu untuk immigration check. Setelah counter dibuka kami akhirnya dipersilahkan naik ke kapal. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 3,5 jam. Setelah sampai di Jetty Point, Melaka International Ferry Terminal, kami antri lagi untuk immigration check. Setelah itu langsung ke loket indomal untuk konfirmasi tiket kepulangan. Jadi meskipun sudah beli tiket ferry untuk balik, status tiket ini tetep open sampai 6 bulan ke depan. Kita baru bisa nentuin tanggal pulang setelah konfirmasi di loket indomal Melaka. Setelah tiket balik sudah OK, aku langsung ke loket infomasi untuk menanyakan transportasi umum dari sana ke hotel Aldy Thoo Chinatown tempat kami akan menginap. Kata petugas hanya ada taksi di sana. Berbekal map yang sudah kami pelajari sebelumnya akhirnya aku dan suami sepakat untuk berjalan kaki saja ke hotel. Toh jaraknya hanya 1,1 kilometer saja. Saja??? Iya, buatku jarak segini gak begitu masalah karena sudah terbiasa lari jarak jauh kali ya.. hehehe ;)) Untung aja kami bawa buggynya Alif. Jadi barang bawaan dan Alif yang kecapean bisa kami angkut dorong dengan buggy hingga ke hotel.

Tapi ternyata siang itu kami sudah sangat lapar. Untungnya 20 meter dari jetty point ada food court di pusat oleh-oleh Medan Samudera Craft Centre. Sempet agak “gatel” juga tuh mau beli oleh-oleh langsung di sana. Tapi urung karena takutnya belum apa-apa barang bawaan udah banyak aja. Ahahaha.. :)) Persis di seberang pusat perbelanjaan itu kita bisa melihat kapal besar di Muzium Samudera. Tadinya pengen langsung ke sana tapi karena siang itu masih terik banget akhirnya selesai makan kami langsung ke hotel. Selama perjalanan ternyata ada banyak sekali tempat wisata yang kami lewati. Diantaranya the famous Red Buildings, Stadthuys, A Famosa, Menara Taming Sari dan Kincir Air Kesultan Melayu. Sampai di hotel kami langsung check in, Alif dan suamiku istirahat. Sedangkan aku yang udah sempat tertidur pulas selama di kapal lebih memilih untuk lari sore. Asik banget pemadangan lari sore di sana. Melaka kota yang bersih dan banyak objek yang pemandangannya indah :) Akhirnya setelah lari 5 kilometer keliling kota Melaka aku langsung balik ke hotel untuk mandi. Sebenernya habis mandi kami berencana keluar jalan sore. Tapi karena sore hingga magrib saat itu hujan, akhirnya kami hanya membeli makan malam di dekat hotel dan makan di kamar aja. Setelah hujan reda kami baru keluar jalan-jalan melihat daerah wisata di red square dan keindahan Melaka river malam itu.

Day #2

Karena masih belum punya banyak referensi tempat makanan halal di sekitar hotel, malamnya suami udah beli pop mie untuk sarapan untuk aku dan suami dan roti isi untuk Alif. Suami sempet lari pagi sebelum Alif bangun. Sambil menunggu suami kelar lari, aku sarapan dan menyiapkan Alif untuk berangkat jalan-jalan. Setelah suami pulang, mandi dan sarapan, kami langsung keluar dan naik taksi ke Melaka Bird Park di Ayer Keroh. Ternyata lokasi Bird Park ini memang tidak dilewati oleh transportasi umum. Jadi suami sempet menyimpan nomor handphone supir taksi kami sebelumnya untuk menjemput kami lagi. Melaka Bird Park ini juga tempatnya tidak begitu besar, tidak begitu banyak jenis burung yang ada di sana dan saat kami datang pun tempat wisata ini cukup sepi. Hanya kami dan sekitar 2-3 keluarga lainnya yang juga berkunjung di sana (gak heran.. beberapa orang lokal malah ada yang belum mengetahui tempat ini, beberapa orang bilang lokasi ini udah tutup :D ). Tapi sepertinya memang lebih nyaman seperti ini karena burung-burung yang ada di sana tidak terbang di dalam sangkar seperti yang biasa kita lihat di kebun binatang biasa. Burung-burungnya terbang bebas di lokasi hutan yang sekelilingnya ditutup dengan jaring raksasa. Pengunjung bisa membeli makanan burung di sana dan memberi makan burung yang hinggap. Burung-burung ini tampak sudah tau kalo pengunjung membawa makanannya, jadi langsung dihinggapi deh tuh.. hihii.. asik banget liat burung-burung itu terbang dan hinggap di bahu dan tangan kita trus minta makanan dan air yang kita bawa ;)) Tapi Alif langsung takut liat burung terbang mendekat, jadinya dia cuma mau liat sambil jaga jarak aja :D Overall tempat wisata ini cukup asik meskipun sepi, karena bisa melihat burung-burung langka dan viewnya yang indah dengan air terjun dan kolam ikan buatan, jembatan kayu yang tingginya sekitar 7.5 meter, pendopo, dan tertunya dikelilingi banyak pohon besar.

Suami menelpon taksi untuk menjemput kami dari Melaka Bird Park dan langsung menuju ke Melaka Planetarium di area MITC. Pas beli tiket di sana baru tau kalo anak berusia di bawah 7 tahun seperti Alif masuknya free :) . Kami tiba di sana pukul 12 siang kurang 15 menit. Jam 12 siang katanya akan diputar movie tentang antariksa di dalam bioskop planetarium. Sambil menunggu bioskop dibuka kami jalan-jalan mengelilingi planetarium. Karena ini pengalaman pertama kami ke planetarium, kami cukup antusias liat apa saja yang ada di sana. Suami dan Alif juga sempet nyobain naik simulator kapsul para astronot, katanya seperti main games ;)) Setelah bioskop dibuka kami langsung duduk dan menonton. Ternyata kursi bioskopnya khusus dibuat untuk melihat ke atas langit-langit tempat pancaran filmnya diputar, jadi meskipun tidak menggunakan kacamata khusus, kita seperti sedang melihat langit beneran. Asik deh. Tapi karena Alif masih terlalu kecil jadi dia tidak begitu paham sama ceritanya. Dia cuma seneng liat bintang, planet-planet dan cahaya yang ada di atas kepalanya :) Kelar dari planetarium kami berjalan kaki ke Mydin Wholesale Hypermarket yang lokasinya masih di area MITC. Di sana kami makan siang dan cuci mata sebentar, lalu mencari taksi dan balik ke hotel.

Sorenya kami jalan-jalan di sekitaran red square. Sore itu banyak objek wisata dan bisa dilihat. Karena lokasi antar objek yang sangat berdekatan, kami bisa puas berkeliling sambil photo-photo hanya dengan berjalan kaki saja. Asiknya lagi banyak lokasi yang free di sana. Kalaupun bayar masuk di musium tertentu biayanya juga tidak mahal. Aku sempet mengelilingi area red square, stadthuys, lalu naik ke St. Paulus Church, dari atas bisa melihat keindahan Melaka. Lalu turun dan masuk ke A Famosa – the oldest surviving European architectural. Di sekitaran sana juga banyak sekali museum-museum yang gak sempat kami kunjungi satu persatu karena ingin langsung mengejar antrian Melaka River Criuse yang loketnya juga tidak jauh dari A Famosa. Setelah mendapat tiket, kami diberikan snack dan minuman lalu duduk menunggu kapal yang akan membawa kami mengelilingi area wisata Melaka River. Saat di kapal kami disuguhkan pemandangan indah sungai Melaka yang dikelilingi oleh aneka bangunan dan jembatan yang tertata rapi, bersih, dan indah. Ada keindahan mural di beberapa dinding bangunan. Kami juga melihat beberapa bangungan tua klasik seperti perkampungan yang sangat terawat di tepi sungai, lalu ada beberapa jembatan yang dihiasi lampu-lampu hingga bangunan modern seperti cafe dan hotel. Selama di atas kapal kami juga di-guide-kan oleh rekaman pemandu mengenai objek-objek yang kami lihat. Alif paling antusias loh naik kapal ini, matanya berputar kesana kemari dan asik membahas apa aja yang dia liat ;))

Setelah naik kapal kami langsung nyari makan malam. Udah pernah hunting sebelumnya makanan apa aja yang khas di Melaka ini. Salah satunya ada Chicken Rice Ball. Tapi ternyata makanan ini tidak semuanya dijual halal. Konon satu-satunya tempat makan yang menjual Chicken Rice Ball yang halal adalah rumah makan Ee Ji Ban Chicken Rice Ball yang tempatnya berada di dekat hotel Hatten. Akhirnya kami berjalan kaki ke sana meskipun jaraknya jadi lumayan jauh dari hotel. Untungnya perjalan ke sana pun juga menyenangkan karena sepanjang jalan kami bisa cuci mata karena ada banyak tempat perbelanjaan dan bisa istirahat di taman kota. Sesampainya di Ee Ji Ban kami langsung memesan chicken rice ballnya yang ternyata harganya sama sekali ga mahal. Dan karena enak, aku dan suami malah sempet nambah.. hihii ;)) Tapi ternyata gak lama setelah itu chicken rice ballnya habis loh, jadi kalo mau ke sana menikmati rice ballnya, jangan sampe lewat dari jam setengah 9 malam yaa :D Pulang dari Ee Ji Ban aku berencana langsung balik ke hotel. Tapi suami semangat banget mau mampir dulu di Jonker Walk / Street – Weekend Night Market yang terkenal itu. Mumpung arahnya sejalan sama jalan balik ke hotel, akhirnya kami sempet mampir dan belanja beberapa souvenir di sana. Di sana rameee sekali! Banyak turis dan bule-bule yang belanja atau sekedar cuci mata. Aku juga sempet mupeng pengen wisata kuliner karena makanan dan minuman yang dijual di sana unik-unik. Tapi agak ragu sama ke-halal-an nya.. jadi cukup diliat aja deh :) . Dari Jonker Walk kami berjalan kaki lagi menuju hotel, langsung mandi, packing dan tidur.

Day #3

Pagi-pagi check out dari hotel langsung jalan ke area jetty point. Sebelumnya mampir dulu beli oleh-oleh dan souvenir di Medan Samudera Craft Centre. Belum banyak ternyata toko yang sudah buka pagi itu. Beberapa toko yang masih terlihat tutup sebagian besar adalah yang menjual aneka makanan. Setelah belanja sebentar di sana, kami langsung menyeberang dan disempet-sempetin buat cuci mata dan photo-photo dengan pemandangan kapal besar di Muzium Samudera. Meskipun museumnya sendiri masih belum buka, tapi lumayan bisa berfoto dengan kapalnya yaa.. hihiii ;)) Selain itu kami juga masih sempet mengabadikan momen di area pelabuhan Melaka yang indah itu. Tiba di jetty point, check in, antri di immigration check, dan langsung naik ke atas kapal ferry lalu balik ke Dumai.

Selama di Melaka kami sering mandi peluh.. hihii.. mungkin karena cuaca selama di sana panas terik banget (jam setengah 6 aja masih terang benderang) dan lagipula kami lebih banyak berjalan kaki. Jadi dalam sehari bisa mandi sampe 3x ;)) Selain itu juga jangan lupa bawa turis map yang menunjukkan area wisata yang ingin dikunjungi. Sebenernya ada banyak tourist map di internet. Tapi selain mencomot satu aja map yang ada diinternet, aku dan suami juga menyusun sendiri turis map melalui peta GPS kami. Jadi gak ada deh ceritanya sampe nyasar di sana :D Selain itu juga harus seneng jalan kaki karena area wisata di sana cukup berdekatan lokasinya. Di Melaka tidak banyak transportasi umum. Info dari penduduk lokal, bus hanya lewat  1 sampe 2 jam sekali di sana. Angkot?? Gak ada. Jadi jangan heran kalo penduduk lokal aja masih banyak yang gak tau soal rute angkutan umum mereka.. aku dan suami bahkan dapet jawaban yang bervariasi pas nanyain lokasi Melaka Sentral, pusat bus umum di sana ;)) Selain berjalan kaki, turis di sana biasa menyewa taksi, bus pariwisata untuk yang rombongan atau bahkan sepeda yang disewakan di beberapa penginapan dan mini market. Harga sewanya juga gak mahal kok. Bisa jam-jaman dan seharian. Tapi sayangnya aku belum nemuin sepeda yang bisa tandem sama anak kecil atau yang ada child seat & carriernya. Jadi urung deh nyobain keliling-keliling naik sepeda.

Wiskul

Sama seperti negara lainnya, Melaka juga banyak sekali kuliner khas dan yang unik-unik. Beberapa yang pernah aku cobain ada nasi ayam Hainan (yang biasa juga kita temukan di Indonesia) tapi di sana dimakan dengan nasi lemak, lalu ice tea yang menurutku lebih mirip seperti teh tarik, ada chicken rice ball yang rasa ayam panggangnya mirip dengan ayam hainan (sepertinya ini khas Melaka banget) yang dimakan dengan rice ball (seperti lemper yang dilembutkan lalu dibentuk jadi bola), syrop bandung (sirup bunga rose yang biasa disajikan dengan susu), ikan bakar laksa, nasi ayam kari melayu.. oya nemu donat ala J.co juga loh di sini tapi toppingnya lucu-lucu :)) , dan aku sempet penasaran nyobain es krim pisang dari Nestle yang bentuknya seperti pisang tapi rasanya gak ada rasa pisangnya sama sekali.. ;)) Krimnya rasa vanila dan kulit “pisang”nya yang terbuat dari jelly beraroma jeruk. Enak banget deh pokoknya! ;))

Itinerary [3D2N]

Seperti yang aku tuliskan di awal, perjalanan ini mendadak tapi perlu persiapan yang matang. Salah satunya karena kami sudah menyusun itinerary yang cukup lengkap sebelumnya. Alhamdullillah itinerary terlaksana tanpa hambatan yang berarti dengan budget yang hemat juga. Perorangnya kami hanya menghabiskan sekitar kurang lebih 1 juta-an rupiah aja, belum termasuk makan dan belanja yang juga tidak terlalu banyak. Ini dia itinerary kami dengan rincian estimasi biaya dan jarak antar lokasi. Semoga cukup membantu bagi yang juga berminat berwisata ke Malaka :)

Silahkan klik gambar untuk melihat gambar yang lebih jelas nya :)

8 Comment

  1. Kerenn…semoga suatu saat saya bisa ke sana juga <3

  2. kania says: Reply

    seru ya mak jalan2 nya…eh itu es krimnya lucu banget kulit pisangnya juga jadi bisa dimakan ya karena terbuat dr jelly..anak2 pasti suka sama yg beginian

  3. Laras says: Reply

    Wahhh seruu banget mbak jalan2 ke Melaka nya. Sy dan klg rencana liburan natal ini ksana.. Lengkap bgt ya tempat wisata dsana.. Thanks for sharing mbak,, sangat bermanfaat :)

  4. wanriadi says: Reply

    saya juga rencana liburan natal mau kesini… btw, itu biaya cukainya yg 20 RM/orang, hanya dikenakan di dumai aja kan ? di pelabuhan melaka gak dikenakan cukai/pungutan lain kan ?

Leave a Reply