Family Trip @ Batam – Singapore – Batam + Itinerary [4D3N]

Peringatan: Postingan ini merupakan postingan panjang (karena terlalu males bikin postingan berseri) dengan banyak photo :D

Sekitar 2 bulan yang lalu aku iseng hunting tiket pesawat Pekanbaru – Batam karena gemes akhir tahun lalu batal ke sana. Harga tiket mendadak naik, padahal sebelumnya sempet ngeliat harga tiket sangat murah. Hanya gara-gara kebanyakan mikir akhirnya begitu dicek lagi tiket itu udah naik harganya :( Akhirnya begitu tiket itu turun lagi aku langsung mengabari suami dan berdiskusi singkat soal kemungkinan kami untuk berangkat. Soalnya jadwal kerja suami baru bisa fixed mepet waktu setidaknya akhir bulan. Yahh.. kalau menunggu sampai semepet itu bisa-bisa tiketnya naik terus. Akhirnya kami sepakat untuk mengambil saja tiket itu, toh dalam kurun waktu 3 bulan masih bisa reschedule jika kita memintanya minimal 3 hari sebelum keberangkatan :)

Sebelumnya aku udah pernah ke Singapura, tapi udah lama banget dan waktu itu aku cuma sebentar aja di sana, gak sampe 24 jam.. Hiks :( Jadi perlu memperbanyak informasi lagi sebelum ke sana. Untuk destinasi, aku dan suami sepakat untuk lebih banyak memilih lokasi wisata yang kids friendly. Setelah googling dan tanya sana sini akhirnya itinerary pun dibuatJadi inilah dia cerita perjalanan kami kali ini :)

Hari #1

Dari bandara SSK II Pekanbaru naik pesawat Lion Air ke bandara Hang Nadim Batam menghabiskan waktu terbang sekitar 50 menit. Kami sekeluarga memilih istirahat dan untungnya bisa tidur sebentar. Mungkin karena masih ada sisa capek saat perjalanan dari Duri-Pekanbaru kemarin. Setelah sampai di bandara kami dijemput oleh travel yang dihubungi pihak guest house untuk menjemput kami. Supir travel ini ramah sekali dan baik, mau diminta mampir sebentar ke travel agent untuk membeli tiket kapal ferry PP. Dari travel kami langsung ke guest house. Guest house ini murah meriah. Sepadanlah antara fasilitas yang kami dapatkan dengan harganya. Ditambah lagi semua petugasnya ramah dan sangat membantu. Sayangnya kami ditempatkan di lantai 3 yang untuk sampai di sana kami harus naik tangga sambil menenteng koper dan backpacks. Bener-bener bikin cape’ :( . Untungnya untuk kamar dan kamar mandinya cukup bersih. Tapi satu hal lagi yang agak mengecewakan, AC-nya kurang dingin. Jadi siang terik saat itu bikin hawa di kamar jadi gerah.

Malamnya, kami bertanya pada pihak guest house bagaimana caranya untuk sampai ke Nagoya Hill Shopping Mall. Ternyata untuk ke sana kami bisa naik angkot sekali saja yang berhenti persis di seberang Nagoya Hill. Kami sempat melihat-lihat jajanan di sana lalu makan malam. Kami juga sempat belanja sebentar di super martket untuk membeli barang-barang keperluan keberangkatan besok. Pulangnya kami menunggu angkot dengan jurusan yang sama di depan Nagoya Hill. Lalu kami turun persis di depan guest house. Karena mau menghemat energi untuk perjalanan besok, akhirnya kami langsung istirahat dan tidur.

Hari #2

Sebelumnya kami meminta agar sarapan diantarkan pukul 6 pagi karena kami akan berangkat dengan ferry dengan trip kedua hari itu. Tapi ternyata sarapan agak telat datangnya jadi kami pun selesai sarapan agak telat dari waktu yang sudah direncanakan sebelumnya. Selesai sarapan kami check-out dan langsung menyeberang untuk menunggu taxi ke Batam Center Ferry Terminal. Untungnya tak lama kemudian ada taxi lewat, suami udah males nawar argo karena kami terburu-buru (taxi di Batam sebagian besar memang bukan taxi argo, jadi harus pinter-pinter nawar). Sesampainya di Batam Center kami langsung check-in dan memilih keberangkatan ferry yang paling dekat. Tak lama kemudian kami boarding dan naik ke ferry. Perbedaan waktu antara Batam dan Singapura terpaut 1 jam. Jadi jika di Batam berangkat pukul 7.20 maka kami sampai di Singapura pukul 8.20, yang artinya saat itu pukul 9.20 waktu Singapura.

Saat di immigration check point aku sempet khawatir karena photo di passport saat itu aku belum berhijab, namun saat berangkat sudah. Tapi ternyata petugas hanya bolak balik melihat mukaku dan mencocokkannya dengan photo di passport. Selebihnya aku gak ditanya apa-apa. Gak seperti bayangku, mereka akan menanyakan hal-hal seperti, “nanti akan menginap di mana? Ada bukti booking? Ke Singapura dalam rangka apa? Berapa duit yang kamu bawa selama di sana?”, dst. Tapi aku memang sempat melihat beberapa orang dipanggil masuk ke ruangan khusus di sana lalu diwawancara lebih lanjut. Entah karena apa. Aku gak terlalu tertarik untuk mencari tau :)

Keluar dari Harbour Front Ferry Terminal kami lanjut ke Vivo City Mall. Kami sempat mampir sebentar di Food Court-nya dan mencari tempat makanan yang halal. Lalu lanjut ke MRT Station lantai dasar dan mencari ticket office untuk membeli Singapore Tourist Pass (STP). Saat di ticket office kami ditanya mau mengambil pass untuk berapa hari? Karena besoknya kami berencana untuk balik ke Batam malam hari jadi kami mengambil 2 day pass. Kami menyerahkan $16/kartu plus deposit yang akan dikembalikan saat kami mengembalikan kartu sebesar $10/kartu. Karena usia Alif masih 5 tahun maka Alif tidak perlu membayar apapun, kartunya juga tidak perlu dikembalikan. Lumayan deh buat kenang-kenangan.. hehehe.. ;))

Dari sana kami langsung memperhatikan map MRT. Ternyata untuk ke Singapore Science Centre (SSC) kami harus naik dari MRT Habour Front ke MRT Outram Park yang berada pada jalur ungu (North East Line). Saat tiba dan turun di MRT Outram Park kami lalu pindah ke jalur hijau (East West Line) untuk naik kembali menuju Stasiun MRT Jurong East. di Stasiun MRT Jurong East kami turun hingga keluar area MRT dan menunggu bus di bus station dan mengantri di jalus bus SBS 335. Karena sudah punya STP, kami tinggal meng-tap STP di alat sensor yang ada di bus lalu duduk dan turun di depan SSC. Setelah masuk ke SSC kami mengantri untuk membeli tiket. Karena waktu kami terbatas akhirnya kami hanya membeli tiket untuk Single Venue saja. Setelah itu kami menanyakan loker untuk menyimpan barang kepada petugas. Ternyata lokernya berada persis di pojok samping gate masuk. Setelah menyimpan semua barang kami pun langsung masuk.

Ternyata ada banyak sekali yang bisa dilihat dan dimainkan di Single Vanue SSC ini. Alif awalnya sempet males-malesan untuk masuk karena sepertinya dia udah lumayan ngantuk, saat itu jam tidur siang Alif biasanya. Tapi semakin masuk ke dalam area venue, Alif ternyata semakin excited! Dia banyak belajar dan menemukan hal baru di sana. Banyak jenis-jenis permainan yang bisa dimainkannya, dan tentunya juga menambah pengetahuan. Selain itu di SSC ini tiap beberapa meter juga disediakan water cooler dan toilet. Jadi cukup nyaman dan betah berlama-lama di sana ;)) Di beberapa bagian juga ada food court, jadi kalau lapar juga bisa mampir sebentar untuk makan di sana. Untuk yang mencari makanan halal, ada restaurant cepat saji persis di dekat pintu masuk. Tapi karena kami sudah makan jadi kami hanya sesekali mampir minum di water cooler lalu lanjut bermain (dan tentunya photo-photo). Hehehe ;))

Tidak terasa sudah 3 jam kami di sana. Kami mengambil barang-barang di loker dan mengembalikan kunci. Kami lalu menyeberang untuk menunggu bus SBS 335 yang sama seperti saat kami datang tadi. Tak lama bus datang. Lalu kami turun di stasiun bus Jurong East dan masuk kembali ke area stasiun MRT. Di Stasiun, kami mengambil jalur hijau (East West Line) dan naik menuju MRT Outram Park. Di MRT Outram Park kami turun lalu masuk kembali ke jalur ungu (North East Line) dan naik dengan tujuan MRT Chinatown. Sesampainya di MRT Chinatown kami turun lalu check-in di hostel. Oya, sebetulnya sebelumnya kami tidak berencana menginap di hostel ini dan sudah memesan sebuah kamar di sebuah hotel di kawasan Chinatown juga. Tapi beberapa hari sebelum berangkat kami diberitau kalau kartu debit card suamiku tidak diterima oleh pihak hotel dan kami diminta untuk memasukkan nomer kartu CC yang lain. Namun saat itu status pemesanan hotel masih terlihat berlanjut jadi aku tidak langsung mencari CC untuk di-submit di booking-an tersebut. Lagipula aku memang berencana untuk membayar cash karena kami memang tidak punya CC. Ternyata H-1 aku dapat email lagi yang katanya pihak hotel sudah membatalkan pemesanan karena kami tidak memasukkan nomer CC yang dapat diterima pihak hotel, dan pembatalan tersebut statusnya free cancelation.

Tapi yang jadi masalah adalah saat itu sudah H-1 yang artinya aku harus pontang panting mencari kembali penginapan selama di Singapura. Ada beberapa pilihan sebenarnya. Tapi suamiku meminta agar kami mencari private room (seperti hotel yang sebelumnya aku pesan) mengingat kami membawa anak kecil dan saat ini aku sudah berhijab. Dan karena sebelumnya kami sudah menyusun itinerary dengan tujuan Chinatown -dan agar itin kami tidak kacau- akhirnya aku mencari penginapan di sekitaran Chinatown juga. Dapatlah sebuah kamar private dengan bunkbed untuk 2 orang dewasa (Alif diperbolehkan menginap dengan bed yang ada) dengan kamar mandi sharing di sebuah hostel ala backpacker. Harga kamarnya lebih murah dari hotel yang sebelumnya kami pesan, tapi untungnya review-nya lebih baik. Penginapan di Singapura memang relatif mahal. Untuk kamar private seharga Rp. 600.000 saat itu kami hanya menempati sebuah kamar sempit dan tanpa sarapan. Padahal untuk harga yang sama di Batam kami sudah bisa menginap di sebuah resort plus sarapan pagi dengan pemandangan pantai. Hufftt.. :( Tapi mau gimana lagi, karena pertimbangan-pertimbangan tadi akhirnya kami menginap di sini.

Setelah kelar urusan check-in kami istirahat, shalat, dan mendiskusikan kembali itinerary kami. Mengingat waktu yang tersisa ternyata tidak sebanyak yang kami bayangkan, akhirnya kami putuskan untuk merubah sedikit rencana perjalanan kami. Sore itu kami pergi menuju Merlion Park di seberang Marina Bay. Jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari hostel. Aku memanfaatkan momen itu untuk mencoba lari sore di sana, aku sering membaca sharing-an mama-mama dari komunitas mama runners Singapura kalau kawasan itu sangat ramah pelari. Setelah berlari (dan tentunya jadi banyak berhenti dan jalan juga) kami tiba di Merlion Park, kami berhenti sebentar untuk berphoto. Sore itu memang ada banyak banget orang yang juga ingin berphoto di sana, selain orang-orang yang sedang berlari sore sepertiku.

Setelah selesai di sana, kami kembali ke kawasan Chinatown dengan berjalan kaki, sedangkan aku melanjutkan lari soreku. Di Chinatown kami mampir sebentar ke hostel. Setelah itu kami lanjut ke Clarke Quay. Di sini ternyata ada banyak sekali cafe dan pub di sepanjang tepi sungai. Karena sebagian besar tempat makan di area ini menjual bir dan minuman keras lainnya, kami cukup kesulitan mencari tempat makan halal di area ini. Bahkan setelah bertanya dengan petugas River Cruise pun mereka tidak yakin ada tempat makan halal di sana. Setelah berjalan menuju ujung sisi kanan sungai, akhirnya kami menemukan mini market 7/11 yang menjual makanan beku yang halal. Alhamdullillaaahh.. :D Tadinya aku sempat gak yakin Alif mau makan makanan beku (yang dihangatkan) tapi ternyata makanannya cukup enak, kami mencoba Nasi Briyani dan Alif suka! ;))

Kelar makan malam kami mengantri tiket Singapore River Cruise lalu naik kapal kecil dan memilih duduk di bagian belakang kapal (yang tidak ada atapnya) agar dapat melihat jelas pemandangan Singapura yang indah malam itu. Ternyata benar, tempat duduk kami jadi rebutan karena banyak wisatawan yang langsung berjalan ke belakang dan tidak dapat duduk di sana, akhirnya memilih untuk duduk di dalam bahkan mau berdiri di bagian belakang ini. Selama perjalanan kami berphoto dan menikmati pemandagan malam di Singapura yang banyak diterangi lampu-lampu dan melewati beberapa landmark seperti Raffles Landing Site, Asian Civilisations Museum, deretan ruko-ruko tua sepanjang Boat Quay, Fullerton Hotel, Gedung Esplanade, Merlion Park, Singapore Flyer dan pertunjukan terbaru Marina Bay Sands. Wisatawan juga dapat mendengar rekaman kaset dengan suara guide yang menjelaskan mengenai sejarah Singapura beserta info mengenai landmark yang kami lewati.

Akhirnya selesai juga setelah 30 menit kami berkeliling. Rencana awal untuk mengunjungi Garden By The Bay kami urungkan karena saat itu udah terlalu malam untuk Alif. Aku dan suami juga sangat telih. Akhirnya kami berjalan kaki dan kembali menuju hostel. Lalu mandi, istirahat dan tidur.

Hari #3

Pagi hari setelah mandi kami keluar mencari sarapan sambil mencari oleh-oleh di area yang tidak jauh dari hostel. Setelah itu kami kembali dan check-out. Kami sempat menanyakan loker untuk menitipkan barang, lalu kami ditawarkan untuk meletakkan saja barang-barang kami di hostel office tersebut dan ini free service. Barang yang kami titipkan adalah barang-barang yang tidak terlalu berbaya untuk ditinggalkan seperti pakaian dan oleh-oleh yang sempat kami beli. Sedangkan barang-barang yang berharga, ID card, passport, serta gadget semuanya kami bawa. Tidak lupa koper kami kunci dulu sebelum dititipkan. Lalu kami berpesan akan kembali setelah makan siang.

Kami melanjutkan perjalanan menuju MRT Chinatown. Sebetulnya kami sudah berencana untuk berjalan-jalan ke Orchard Road. Tapi setelah dikipir-pikir kok kayanya gak seru ya kalau ke sana tapi kami sama sekali sedang gak ingin berberlanja?? Akhirnya niat ke sana kami urungkan dan kami memilih untuk langsung ke Botanic Gardens. Dari MRT Chinatown kami mengikuti jalur ungu (North East Line) dengan tujuan MRT Little India. Sesampainya di stasiun MRT Little India kami turun dan pindah ke jalur biru (Downtown Line) menujut stasiun MRT Botanic Garden. Sesampainya di stasiun MRT Botanic Garden, kami lalu masuk ke area Singapore Botanic Garden. Area taman ini free masuknya. Di sana ada banyak jenis bunga dan beberapa kolam kecil yang di dalamnya ada bebek, angsa, kura-kura, dan ada burung merpati juga yang di pinggirnya. Di sana juga banyak sekali rombongan yang sedang berpiknik. Ada yang membawa tikar dan makanan minuman sendiri, ada yang juga yang duduk-duduk sambil makan dan minum di area pendoponya. Dan gak jarang aku menemukan orang yang sedang lari pagi di sini. Sayangnya saat itu panas sedang terik dan kami datangnya udah kesiangan. Alif sempet badmood dan minta pulang karena kepanasan. Akhirnya rencana kami untuk membawa Alif bermain di area Jacob Ballas Playground Botanic Garden terpaksa kami batalkan. Setelah berphoto-photo dan berjalan-jalan sebentar kami pun mampir membeli minuman dingin di sebelah area taman dan kembali ke stasiun MRT.

Dari stasiun MRT Botanic Garden kami mengikuti jalur biru (Downtown Line) menuju stasiun MRT Chinatown tanpa turun untuk berpindah jalur.  Sesampainya di MRT Chinatown kami mampir sebentar di Chinatown Point Mall untuk makan siang di KFC. Kebetulan dari kemarin aku penasaran dengan menu yang ada di KFC sini, katanya halal. Setelah makan siang kami kembali ke hostel untuk mengambil barang-barang melanjutkan perjalanan menuju stasiun MRT. Dari stasiun MRT Chinatown kami masuk ke jalur ungu (North East Line) dan berhenti di stasiun MRT Harbour Front. Sesampainya di sana kami langsung menuju loket ticket office untuk mengambalikan kartu STP dan mengambil deposit. Setelah itu kami ke area Harbour Front Ferry Center untuk menitipkan barang.

Di sana barang yang ingin kami titipkan ditimbang, karena barang diatas 10kg dikenakan biaya yang lebih besar. Biaya penitipan dihitung per barang dan dititipkan per tiga jam, namun kita bisa langsung membayar untuk 6 jam jika kita baru akan mengambil barang setelah lewat dari 3 jam, dan ini biayanya lebih murah dibandingkan membayar untuk 3 jam lalu kena denda karena barang diambil telat. Setelah menitipkan barang, kami check-in ferry dulu karena counter sindo tak jauh dari sana. Setelah itu kami langsung membeli tiket Sentosa Express Monorail di lantai 3 Vivo City Mall. Sebetulnya kami lebih pesanaran mencoba cable car sih.. karena suamiku dan Alif belum pernah mencobanya. Sementara aku udah pernah, tapi terakhir kali waktu SMA.  Karena naik monorail adalah cara tercepat menuju Sentosa akhirnya kami memilih untuk naik monorail aja.

Karena kami mau ke S.E.A Aquarium, maka kami turun di stasiun Waterfront. Perjalanan Sentosa Express memang sangat singkat mungkin hanya 3-5 menit saja sudah sampai. Di stasiun ini juga para pengunjung yang ingin ke Trick Eye Museum turun atau bahkan ke Universal Studio, karena lokasinya berdekatan. Saat tiba di area itu kami tidak lupa melakukan “ritual” untuk berphoto di depan globe Universal Studio. Lalu kami mengantri tiket S.E.A Aquarium. Setelah masuk kami langsung disuguhi pemandangan kapal raksasa yang ditepinya ada berbagai stand pameran kebudayaan. Kami pun diarahkan untuk turun ke bawah. Aquarium pertama yang kami lewati adalah aquarium hiu. Di tengah aquarium yang berbentuk lorong itu kami bisa melihat banyak sekali ikan hiu yang berenang seolah-seolah di samping dan di atas kepala kami. Seru sekali! Alif sampai takjub dan gak berhenti mengomentari apa yang diliatnya ;)) .

Setelah dari sana kami masuk dan melihat beberapa jenis aquarium lainnya seperti aquarium yang berbentuk seperti tabung raksasa, aquarium yang diisi oleh binatang laut yang langka atau yang berasal dari negara-negara lain yang unik-unik, puncaknya kami berhenti dan sempat duduk sebentar di area aquarium yang paling besar dan luas. Lalu kami melanjutkan perjalanan ke beberapa aquarium lainnya dan berjumpa kembali dengan lorong yang di atasnya ada ikan-ikan yang unik. Ada juga kepiting raksasa, lobster raksasa, ubur-ubur yang glowing saat berenang, dan terakhir kami sempat ikut mengantri untuk menyentuh beberapa binatang laut seperti siput dan bintang laut. Setelah itu kami keluar dari S.E.A Aquarium dan bergegas balik ke tempat penitipan barang karena saat itu waktunya sudah mepet. Karena terburu-buru kami tidak melihat antrian panjang di bawah Sentosa Express yang ternyata adalah antrian untuk naik ke monorail itu. Ya ampuuunn..! Kami sampai gak ingat kalau saat itu sudah sore yang artinya ada banyak pengunjung lain yang juga ingin balik ke Vivo City Mall! :(

Akhirnya kami ikut mengantri di antrian yang panjang (banget) itu dan sudah pasrah jika titipan bagasi kami tadi dikenakan denda :(( Sesampainya di Vivo City Mall kami langsung berlarian menuju penitipan barang. Dan karena kami memang telat (kalau tidak salah sekitar 15 menit) kamipun harus membayar denda. Setelah selesai urusan di penitipan barang kami langsung antri untuk immigration check, boarding, dan langsung duduk di ruang tunggu. Ternyata ferry kami delay. Akhirnya kami makan malam sekalian di sana. Setelah diperbolehkan naik dan berangkat, kami turun di Batam Center Ferry Terminal. Dan karena mau mencari sesuatu untuk di resort (sudah paham lokasinya jauh dari mana-mana) akhirnya kami memilih untuk mampir ke Nagoya Hill. Dari Ferry Terminal itu kami naik taxi menuju Nagoya Hill.

Sebelumnya kami sempat ragu untuk kembali menginap di Batam karena memang cukup sulit menemukan transportasi yang mudah bagi wisatawan lokal seperti kami di sana, pilihannya hanya taxi, sewa kendaraan, atau pakai travel :( Jadi.. sempat ada opsi untuk langsung balik ke Pekanbaru hari itu juga. Tapi setelah dipikirkan kembali, kalau kami baru tiba di Batam malam hari, maka bisa jadi kami gak sempat langsung melanjutkan perjalanan menuju bandara untuk balik ke Pekanbaru. Apalagi kalau kapalnya delay seperti tadi. Bisa-bisa kami ketinggalan pesawat. Akhirnya daripada beresiko kami pun memutuskan untuk kembali menginap di Batam dan memilih penginapan yang menarik supaya kami tidak perlu keluar lagi, akhirnya dipilihlah sebuah resort di kawasan Sekupang. Sesampainya di sana kami langsung check-in, mandi, shalat, ngemil, istirahat dan tidur.

Hari #4

Pagi hari kami sarapan di resort. Restaurant di resort ini persis di tepi pantai. Jadi sambil sarapan, kami juga menikmati pemandangan laut di sana. Usai sarapan kami beranjak ke area kolam renang. Saat check-in kemarin kami diberikan kartu untuk pengambilan handuk jika kami ingin berenang. Tapi sebelum berenang kami sempatkan dulu untuk berphoto-photo karena areanya indah sekali. Di sana ada dermaga yang kecil yang bagus untuk dijadikan tempat berphoto. Selain itu juga ada lorong menuju tempat spa yang di tepinya digantung beberapa Hammock / tempat tidur gantung, dan ada cafe yang furniturnya bagus untuk dijadikan latar photo.. selain view kolam renang dan lautnya yang indah! ;)

Setelah puas berphoto, suamiku dan Alif berenang. Aku sedang gak mau berenang dan memilih untuk duduk di tepi kolam sambil menikmati pemandangan aja. Setelah selesai berenang kami pun kembali ke kamar, mandi (lagi.. buat yang berenang :D ), beberes, dan check-out. Kami minta kepada pihak hotel agar dipanggilkan taksi untuk ke bandara. Setelah taksinya datang kami langsung berangkat. Di bandara kami langsung masuk dan duduk di ruang tunggu karena sudah melakukan web check-in. Ternyata pesawat kami delay :( Akhirnya kami sempatkan untuk makan siang dulu di bandara karena kami gak mau mampir untuk makan siang dan balik lebih lama lagi ke Duri. Setelah makan kami pun dipanggil untuk naik ke pesawat. Alhamdullillah akhirnya sampai juga di Pekanbaru dengan selamat :)

Perjalanan kali ini memang melelahkan, tapi juga menyenangkan! :D Mudah-mudahan kami dapat mengunjungin Singapura lagi dengan waktu yang lebih lama supaya makin puas. Hihihii.. ;)) Btw, meskipun aku baru 2 kali ke sana, aku pikir perlu juga mencatat beberapa tips berdasarkan pengalaman pribadi dan hasil dari baca-baca pengalaman orang lain. Ya.. itung-itung bisa jadi reminder juga buat diri sendiri kalau kelak mau ke sana lagi ;)

Tips:

  1. Jangan membawa permen karet ke Singapura karena tidak diperbolehkan.
  2. Jangan membuang sampah sembarangan. Di Singapura peraturan ini sangat digalakkan. Mereka tidak akan sungkan menghukum dan memberi sanksi kepada wisatawan sekalipun jika ketahuan membuang sampah sembarangan.
  3. Jangan membawa cairan diatas 100ml ke atas pesawat, karena tidak akan diperbolehkan. Jika membawa rokok dan rokoknya tidak mau ditinggal, silahkan masuk ke jalur merah saat immigration check dan deklarasikan rokok anda agar dapat dibawa masuk ke Singapura. Untuk ketentuan ini coba gugling lagi yah info jelasnya ;)
  4. Siapkan botol minum sendiri karena kebanyakan air keran di Singapura bisa langsung diminum. Tapi jangan diisi dulu saat naik ke pesawat.
  5. Bawa tisu kering dan tisu basah untuk berjaga-jaga jika toilet yang kita masuki tidak ada air untuk membilas.
  6. Persiapkan setidaknya 1 gembok dan kuncinya untuk berjaga-jaga jika loker di hostel atau di tempat wisata tidak menyediakannya dan kita terpaksa harus membeli di sana.
  7. Simpan potongan form kartu kedatangan yang harus diisi saat di airport atau di pelabuhan. Kalau perlu simpan di dalam passport agar tidak terpisah. Karena saat akan keluar dari Singapura kartu itu akan dimintai kembali.
  8. Fotokopi passport dan pas photo perlu dibawa masing-masing 1 lembar untuk berjaga-jaga jika passport hilang saat sedang berjalan-jalan.
  9. Berdirilah di sebelah kiri saat sedang menaiki eskalator karena sebelah kanan adalah jalur untuk orang yang sedang terburu-buru.
  10. Menyeberanglah dengan tertib apalagi di jalan-jalan besar, pejalan kaki diperbolehkan menyeberang hanya di tempat penyeberangan, dan baru boleh menyeberang ketika lampu hijau untuk pejalan kaki menyala.
  11. Jika tidak menggunakan STP, siapkan duit pas untuk naik angkutan umum khususnya bus.
  12. Bawalah uang cash seperlunya. Saat membuat itinerary perkirakan besarnya biaya selama di sana dan lebihkan sedikit untuk berjaga-jaga jika ada hal yang tak terduga terjadi.
  13. Saat membuat itinerary, buatlah serealistis mungkin. Perhitungkan juga lamanya waktu untuk menempuh destinasi. Sebetulnya angkutan umum di Singapura sudah tersistem dengan baik sehingga tidak perlu menunggu lama untuk naik angkutan berikutnya. Tapiii… yang perlu diperhatikan adalah saat jam sibuk, musim liburan, atau weekend, bisa jadi antrian untuk naik ke angkutan umum atau bahkan tempat wisata jadi lebih panjang dan lama yang akhirnya akan sangat memakan waktu.
  14. Saat makan di tempat makan seperti restoran cepat saji atau food court, carilah area untuk mengembalikan tray-nya. Atau jangan sungkan untuk memanggil tukang bersih-bersih yang sedang lewat untuk membawakan tray yang sudah kosong atau tray yang makanannya yang sudah habis.
  15. Pelajari rute angkutan umum Singapura saat membuat itinerary. Beneran deh, ini bakal mempermudah kita selama berjalan-jalan di sana dan agar tidak memakan waktu. Perkirakan juga jarak tempuhnya. Btw, asik juga lho berjalan kaki ke destinasi tertentu yang jaraknya tidak begitu jauh, orang-orang Singapura juga banyak yang suka berjalan kaki.
  16. Jika sudah memesan penginapan jangan lupa print itinerary-nya, untuk berjaga-jaga saat di imigrasi, kadang katanya diminta untuk menunjukkan menjelaskan tempat kita menginap. Pihak imigrasi harus memastikan bahwa di Singapura kita sudah punya tujuan termasuk soal menginap, jadi tidak boleh “menggembel” selama di sana.
  17. Bawa payung serta mantel hujan yang tipis agar tidak “terjebak” cuaca saat akan jalan-jalan.
  18. Bawa passport ke mana-mana, termasuk saat pergi ke tempat wisata.
  19. Aktifkan roaming atau beli kartu sim card Singapura agar komunikasi dengan rombongan tidak terputus.
  20. Untuk yang muslim, bawa kompas, hp dengan aplikasi shalat, atau alat apapun yang bisa menujukkan arah kiblat. Di sana jarang sekali terdengar adzan karena mesjid juga tidak banyak. Jangan lupa cari info tempat makanan halal khususnya di area penginapan dan area wisata yang ingin dikunjungi.

Family Trip April 2016 Collage fixed

Kayanya itu aja sih.. kalau inget lagi nanti aku tambah :D Dan ini itinerary lengkapku. Silahkan diklik untuk gambar yang lebih jelas :) Semoga bermanfaat! ;)

Note: biaya ini belum termasuk biaya makan, belanja, dan biaya oleh-oleh. Kalau aku perkirakan semuanya sekitar 8 jutaan untuk kami bertiga kemarin.

4 Comment

  1. Fenty says: Reply

    Oke, noted, 8 juta untuk bertiga, belum lagi kalo dari surabaya ya … kayaknya bisa lebih deh T_T

    aku pengen bisa liburan jugaaak

  2. Danie says: Reply

    Baru sekali ke Singapore, itu pun cuma ke Merlion, karena mo lanjut ke Genting Highland. Berangkat dari Batam juga. Duluuuuuu… sekali.

Leave a Reply