Running Story: Run for Health, Fun Run for Charity

Hampir 2 bulan yang lalu ada info mengenai race yang akan diadakan di Pekanbaru. Salah satu hal yang membuat aku langsung tertarik untuk ikut serta (selain ini acara charity) adalah karena (akhirnya) ada juga event yang mengadakan kategori “Family” di mana seorang anak dapat berlari bersama kedua orang tuanya. Iya, kedua orang tuanya! Kan jarang banget tuh ada kategori seperti ini. Biasanya yang banyak ada di race lainnya adalah seorang anak berlari sendiri dengan jarak pendek (dash) atau berlari setidaknya 1 atau 2 kilometer dan hanya boleh didampingi salah satu orang tua saja. Kadang race seperti ini tidak memberikan medal kepada para finisher-nya, kalau pun ada kadang hanya diberikan kepada si anak saja. Tapi event yang ini beda, jarak larinya cukup jauh, 2.5 kilometer untuk kategori Family. Dan semua peserta – baik anak maupun kedua orang tuanya – juga diberikan medal. Wow! Menarik banget deh event ini. Lain dari yang lain.

Racepack untuk kategori “Family Package”

Karena sadar jaraknya cukup jauh untuk anak seusia Alif, akhirnya beberapa minggu sebelum race, aku dan suami sering mengajak Alif latihan bersama. Untuk melatih endurance tubuhnya sekaligus membuat dia semakin terbiasa dengan lari. Sebelumnya Alif memang suka minta ikut kalau aku dan suami pergi lari pagi atau pun sore. Jika kondisinya memungkinkan biasanya Alif memang kami ajak. Selain itu Alif sudah beberapa kali ikut race juga sebelumnya. Jadi tidak susah mengajak Alif berlari bersama. Yang agak susah itu karena jarak larinya yang cukup jauh tadi. Biasanya Alif hanya semangat berlari di 1 kilometer pertama saja. Setelah itu Alif lebih senang berjalan atau bahkan minta duduk.

Sebelum race dimulai

Aku dan suami tidak pernah memaksa. Mungkin Alif kecapean karena tubuhnya belum terbiasa berlari sejauh itu, pikirku. Jadi kami masih sering mengikuti mood Alif. Sesekali Alif dibujuk dan diberikan penyemangat agar kembali berlari lagi. Kadang dia tertarik, kadang tidak. Kami paham betul situasi seperti ini akan terjadi di tengah-tengah latihan. Pernah malah dalam 2 minggu berturut-turut Alif tidak lari sama sekali karena memang belum mood untuk berlari lagi, apalagi saat itu kami habis melakukan traveling. Jadi latihannya pun sempat vakum. Tapi hal yang sempat membuatku khawatir adalah 1 minggu menjelang race itu, Alif sempat sakit. Bahkan 2 hari berturut-turut sebelum race dilaksanakan Alif tidak masuk sekolah karena sakit. Aku dan suami mulai ragu untuk tetap ikut, bahkan kami mulai berfikir untuk mundur. Tapi saat ditanya ke Alif, dia dengan semangatnya bilang mau ke Pekanbaru untuk lomba lari. Kami pun mulai kembali semangat. Sambil terus memantau kesehatannya, menjaga nutrisi serta waktu istirahatnya, kami pun akhirnya memutuskan untuk tetap berangkat dan ikut lomba keesokan harinya.

Header Run for Fun Collage fixed

Malam sebelum lomba kami sempat hadir di perayaan ulang tahun komunitas IndoRUNNERS Pekanbaru – LibuRUN. Aku lihat Alif kondisinya sudah mulai membaik dan tampak lebih segar. Sampai besok paginya saat akan lomba Alif tidak terlihat lesu sama sekali, malah betul-betul semangat. Dia pun sarapan dengan normal pagi itu (beberapa hari sebelumnya sempat muntah-muntah) dan akhirnya kami pun berangkat ke venue acara.

Bersama LibuRUN sebelum start

Di sana kami bertemu kembali dengan teman-teman LibuRUN dan teman-teman dari komunitas lari lainnya. Para peserta kategori umum yang berlari dengan jarak 5K mulai berlari terlebih dahulu. 15 Menit kemudian barulah para peserta dari kategori family mulai berlari. Aku lihat Alif semangat saat melakukan start. Semangatnya mulai berkurang setelah berlari 1 kilometer. Dia mulai memperlambat larinya dan baru semangat untuk kembali berlari setelah kedua tangannya kami gandeng dan berlari bersama. Namun yang membuatku salut, meskipun mulai terlihat lelah, Alif tetap semangat untuk melanjutkan larinya sampai finish, tidak seperti saat latihan yang hanya mau berlari sampai 1 kilometer saja. Total jarak tempuh sejauh 3,04 kilometer saat itu. Wah, ternyata jaraknya lebih jauh dari perkiraanku! Tapi Alif terlihat semangat sekali dan bahkan terlihat segar setelah finish. Badannya tidak terlihat sakit dan lesu seperti sebelumnya. Sepertinya benar yang dikatakan suamiku, Alif memang seharusnya banyak bergerak supaya badannya semakin enakan.

Ditengah-tengah lomba, Alif semangaaatt! :D

Berhenti di waterstation

Aku terharu melihat Alif dikalungkan medal. Rasanya kemarin siang saja aku masih merasa mustahil untuk tetap mengikuti lomba ini. Alif sempat kebingungan karena melihat mataku berkaca-kaca (iya iya.. aku ini emak-emak lebay yang gampang mewek ;)) ). Lalu dia bertanya, “Alif bagus larinya, Bunda?”. Lalu aku jawab dengan mengacungkan kedua jempolku :) Sebelum pulang kami sempatkan dulu untuk berfoto bersama dengan teman-teman lainnya. Lalu kembali ke hotel dan beristirahat.

Yay! Finish! :))

Finisher Medal

Terima kasih banyak untuk seluruh panitia dan sponsor acara ini, khususnya KedoDoRun Pekanbaru (Komunitas Kedokteran Doyan Run Pekanbaru) yang sudah bersusah payah menyelenggarakan acara ini dengan sukses. Ini menjadi salah satu moment berharga bagi kami, karena berlari bersama Alif adalah moment yang priceless buat kami. Mudah-mudahan ke depannya diadakan lagi acara positif seperti ini dengan penyelenggaraan yang lebih baik lagi :)

LibuRUN berphoto di depan backdrop

Pose-nya masih dalam rangka ultah LibuRUN yang kedua ;))

Photo-photo: dokumentasi pribadi, LibuRUN, KedoDoRun Pku, Ridho Bono.

Leave a Reply